BAGAIMANA CARANYA NIAT PUASA RAMADHAN ?

0
12

Sandalsantri.com – Alhamdulillah, Marhaban Yaa Ramadhan. Pemerintah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1442 H jatuh pada 13 April 2021. Alhamdulillah, Allah menakdirkan kita berjumpa dengan bulan yang kita tunggu-tunggu. Namun, apakah kita sudah siap dengan modal kita untuk menempuh bulan mulia ini ? Yup, niat ikhlas yang sempurna serta tatacara yang benar adalah modal utama kita. Bagaimana Caranya Niat Puasa Ramadhan ?

Keabsahan pertama dalam suatu ibadah adalah niat. Amalan yang dikerjakan tidak disertai niat diangap sebagai amalan yang sia-sia, dalam artian tidak mendapatkan nilai ibadah di sisi Allah. Lalu bagaimana caranya melaksanakan niat puasa Ramadhan ? Berikut saya ringkaskan:

  1. Niat dibaca dalam hati dengan adanya ta’yin (penentuan), yaitu hati bermaksud berpuasa dalam rangka menunaikan fardlu Ramadhan karena Allah Ta’ala. Penentuan jenis puasa (ta’yin) ini berlaku untuk puasa wajib maupun puasa sunnah yang ada sebabnya (Senin Kamis, Ayyamul Bidh, dkk)
  2. Niat dilakukan pada malam hari sebelum puasa esok harinya (tabyit an-niyyah). Definisi malam hari adalah setelah terbenamnya matahari (Maghrib) hingga sebelum terbitnya fajar (Shubuh). Jadi, jika ada yang berniat puasa setelah sholat Maghrib, maka sah niatnya. Tetapi jika berniat puasa pada beberapa saat sebelum maghrib, maka niatnya tidak sah, dan puasa esok harinya pun terhitung tidak sah. Lalu, bagaimana jika ia berniat saat bertepatan dengan datangnya fajar ? Niat yg seperti ini masih dianggap sah, karena masih memenuhi kriteria tabyit an-niyyah. Tetapi jika berniat setelah fajar tiba, maka niatnya tidak sah. Niat pada malam hari ini wajib dilakukan untuk puasa wajib saja, seperti Ramadhan, qadla, nadzar, dan kifarat. Untuk puasa sunnah, tidak mesti pada malam harinya, boleh berniat pada pagi harinya hingga sebelum Zhuhur, dengan syarat ia belum memakan atau meminum apa-apa sejak  Shubuh.
  3. Niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam selama sebulan penuh. Jika lupa berniat pada malam harinya, maka puasanya tidak sah. Nah, bagaimana cara mensiasati supaya puasa kita selalu sah meskipun lupa niat di malam harinya ? Solusinya adalah TAQLID pada Imam Malik khusus pada hal ini saja. Contoh niatnya adalah: “Saya niat puasa untuk keseluruhan hari bulan Ramadhan pada tahun ini, taqlid kepada Imam Malik, karena Allah Ta’ala.” Niat ini dibaca (dalam hati) pada MALAM PERTAMA BULAN RAMADHAN, artinya malam ini. Akan tetapi, bukan berarti jika kita sudah membaca niat seperti ini lalu kita tidak perlu berniat puasa di setiap malam, kita tetap wajib berniat di setiap malam. Berniat seperti tadi adalah hanya sebagai jalan keluar jika suatu saat kita lupa berniat di malam hari.
  4. Melafalkan niat, bolehkah ? Boleh, dan hukumnya sunnah untuk memantapkan niat yang ada dalam hati. Akan tetapi perlu diingat, bukan berarti jika kita sudah melafalkan niat di lisan lalu kita tidak berniat dalam hati. Kita tetap wajib membaca niat dalam hati, karena inilah yang wajib.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

AWAL PUASA, IKUT PEMERINTAH ATAU MUHAMMADIYYAH ?

Yang lebih selamat adalah kita mengikuti pemerintah dalam hal ketetapan awal bulan.
Sahal bin Abdillah at-Tusturi berkata: “Patuhilah pemerintah dalam 7 hal: Pemberlakuan mata uang, ukuran dan timbangan, hukum, haji, shalat Jum’at, dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha -termasuk awal Ramadhan-), dan jihad.”
(Tafsir al-Qurthubi V/259 dan Abu Hayyan dalam al-Bahr al-Muhith III/696). Tapi alhamdulillah tahun ini, pemerintah maupun Muhammadiyah puasa bareng.

SIAPA YANG WAJIB BERPUASA ?

Setiap muslim yang dewasa, berakal, suci dari haid dan nifas, mampu melakukan puasa, dan tidak dalam perjalanan adalah orang yang wajib berpuasa.

WALLAHU A’LAM BISH SHOWAB

Sekian. Insya Allah besok akan dilanjutkan kembali terkait fiqih puasa. Mohon koreksi jika ada salah.

Selamat Berpuasa… Semoga Allah menerima puasa dan segala amal ibadah kita.. Aamiin.

Al-Faqir Muhammad Azka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here