Fenomena Generasi Milenial yang Lari dari Agama

0
36
Generasi Milenial

SandalSantri.com – Dalam sebuah kuliah, guru kami Prof. Dr. Afif Muhammad mengutip salah satu penelitian yg dilakukan oleh Stephen Bullivant, seorang guru besar Teologi dan Sosiologi di St Mary’s University London. Dalam hasil penelitiannya, Bullivant menemukan bahwa Mayoritas Generasi Milenial (usia 16 – 29 tahun)di 12 Negara Eropa mengaku Tak Beragama. Tercatat sebanyak 91% anak muda di Republik Ceko mengaku tidak menganut agama. 70% – 80% anak muda di Estonia, Swedia, dan Belanda juga mengaku tak menganut agama.

Apa sebabnya?

Ternyata mereka tak mau menganut agama, karena melihat lemahnya pengaruh agama dalam kehidupan sosial. Bahkan sebagian menganggap Agama tak memberi pengaruh sama sekali dalam kehidupan sosial mereka.

Kita bisa saja mengatakan “ini kan di Eropa…”, tapi ingat ini bisa saja terjadi di negri lain, tak terkecuali di Indonesia. Ketika Agama tak mampu memberikan fungsinya thd masyarakat maka sangat mungkin ini jadi penyebab orang-orang memilih lari dari agama.
Sebenarnya yg dipertanyakan itu sederhana.

– Apakah agama bisa mencegah korupsi??
Pertanyaan ini wajar, karena praktek korupsi kerap kali dilakukan oleh orang yang ahli agama. Bahkan di indonesia, ada Partai yang membawa memakai simbol-simbol agama, tapi Justru…sang pimpinannya berkorupsi. Bahkan yang lebih miris adalah bukan hanya korupsi tapi ya tersandung masalah perempuan…yang menunjukkan bahwa pimpinan2 itu justru tak punya Kekuatan jika berhadapan dengan Godaan Harta Tahta dan Wanita.

Itu kisah politisi yg berbaju agama, lalu bagaimana dengan orang-orang yang dianggap pemuka agama?

Ketika Masyarakat berharap perdamaian muncul karena ajaran agama, mereka justru disuguhi peristiwa Terorisme yg muncul dari orang-orang yang mengaku membela agama.
Ketika masyarakat berharap kata-kata yg bijak, menyejukkan dari orang-orang yang menimba ilmu agama, mereka justru diperlihatkan betapa fasihnya para penimba ilmu itu dalam menyerang sesama muslim dg dalih bid’ah dan dalih jihad. Bahkan mengkafirkan sesama muslim yang tak sejalan pemahamannya dg mereka.

Inilah sebagian fenomena orang beragama saat ini. Beragama tapi Tak Berakhlak. Padahal akhlak itu 2/3 dari agama. Jika orang beragama tapi tak berakhlaq maka sama saja dengan orang yg kehilangan 2/3 agamanya….

Setinggi tingginya ilmu agama seseorang, jika tak punya akhlak maka dia tak akan dipercaya. Meskipun hadits2 yg disampaikannya adalah hadits sohih, tetap saja dia tidak dipercaya sebab akhlaknya yg tidak baik.

Sebaliknya, Se dhoif apapun hadits yang diceritakannya, jika yang menyampaikan adalah orang yang berakhlak baik, maka masyarakat akan percaya.

Ingat Agama itu Akhlaq, maka orang yang tak punya akhlak sama saja dengan orang yang tak beragama

Saya jadi teringat tentang sebuah hadits bahwa di akhir zaman islam itu tinggal namanya saja. Quran itu tinggal tulisannya saja.

Pemeluknya banyak tapi tak tercermin dari perilakunya. Qurannya di lombakan bahkan dihafalkan tapi akhlaknya tak dipergunakan.

Wajarlah jika banyak orang yang bertanya tanya….kok agama seperti tak ada bekasnya….
Wajar jika banyak orang berlari dari agama…

Ya Allah Baguskanlah Akhlaq kami generasi milenial…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here